Apa Itu P2P Lending Syariah? Apakah Menguntungkan?

Sesuai dengan namanya, peer to peer lending syariah Indonesia merupakan jenis P2P lending yang menggunakan prinsip syariah dalam pelaksanaannya. Dengan kata lain, segala proses pembiayaan (pinjam-meminjam) pada P2P lending syariah ini tidak bertentangan dengan hukum islam, khususnya Riba.

Adapun terkait dengan aturannya, secara detail dijelaskan dalam fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI nomor 117 yang membahas tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi.

Sementara untuk jenis Akad yang biasanya digunakan dalam produk pembiayaan syariah termasuk P2P lending, ialah berikut ini (diambil dari isi fatwa DSN MUI no. 117):

1. Akad Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu dengan pembayaran ujrah atau upah.

2. Akad Musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu di mana setiap pihak memberikan kontribusi dana modal usaha (ra’s al-maf) dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi sesuai nisbah yang disepakati atau secara proporsional, sedangkan kerugian ditanggung oleh para pihak secara proporsional

3. Akad Mudharabah adalah akad kerja sama suatu usaha antara pemilik modal (shahibu al-maaf) yang menyediakan seluruh modal dengan pengelola (‘amil/mudharib) dan keuntungan usaha dibagi di antara mereka sesuai nisbah yang disepakati dalam akad, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik modal.

4. Akad Qardh adalah akad pinjaman dari Pemberi pinjamandengan ketentuan bahwa Penerima pinjaman wajib mengembalikan uang yang diterimanya sesuai dengan waktu dan cara yang disepakati;

5. Akad wakalah adalah akad pelimpahan kuasa dari pemberi kuasa (muwakkil) kepada penerima kuasa (wakil) untuk melakukan perbuatan hukum tertentu yang boleh diwakilkan;

6. Akad wakalah bi al-ujrah adalah akad wakalah yang disertai dengan imbalan berupa ujrah (fee).

Keuntungan Berinvestasi di P2P Lending Syariah

  • Sesuai dengan prinsip syariah, sehingga imbal hasil yang diperoleh insya Allah berkah
  • Risiko terjaga, karena setiap platform P2P lending syariah menggunakan analisis kredit dalam mengukur tingkat risiko pada setiap pengajuan pinjaman oleh debitur
  • Proses pendaftaran bisa dilakukan dengan mudah secara online
  • Bagi investor, biaya minimal untuk berinvestasi sangatlah kecil. Biasanya Rp1.000.000, bahkan ada yang cuman sebesar Rp50.000 , yaitu Ammana.
  • Bagi peminjam, tingkat bunga atau so called imbal hasil yang dipatok relatif lebih sedikit dibandingkan dengan P2P lending konvensional

Perusahaan P2P Lending Syariah di Indonesia

Amartha merupakan salah satu perusahan p2p lending investasi syariah dengan perkembangan yang sangat pesat. Hal ini karena Amartha menerapkan sistem pengembalian pinjaman yang dilakukan per minggu, sehingga otomatis dapat mempercepat pertumbuhan uang pendana apabila hasil pengembalian pinjaman plus imbal hasil-nya digunakan kembali untuk membiayai produk pinjaman yang lain.

Kesimpulan

Peer to peer lending indonesia terbaik ialah merupakan suatu wadah yang mempertemukan pihak pemberi pinjaman (kreditur) dengan pihak penerima pinjaman (debitur) untuk melakukan perjanjian pinjam meminjam.

Pada prinsipnya, P2P lending memiliki cara kerja yang lebih mirip dengan bank. Namun, bedanya pada P2P lending keseluruhan proses pinjam meminjam dilakukan melalui sarana sistem elektronik berupa aplikasi.

Jika dilihat dari jenisnya, P2P lending dibedakan menjadi dua jenis, yaitu P2P lending konvensional (menerapkan sistem bunga) dan P2P lending syariah (menggunakan sistem bagi hasil).

Naah, buat kamu yang beragama islam, sebaiknya pilihlah berinvestasi di platform P2P lending syariah. Karena selain kamu bisa mendapatkan keuntungan dengan cara yang bebas riba, berinvestasi di P2P syariah juga berarti kamu turut berpartisipasi dalam memajukan perekonomian syariah di Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *